Akhirnya Aku Tersadar

AKU TERSADAR

Dulu...
Aku sangat kagum pada manusia cerdas, kaya, dan yang berhasil dalam karir, serta hidup sukses dan hebat dalam dunianya.

Sekarang...
Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. Aku kagum dengan manusia yang hebat di mata-Nya, sekalipun kadang penampilannya begitu biasa dan bersahaja.

Dulu...
Aku memilih marah ketika merasa harga diriku dijatuhkan oleh orang lain yang berlaku kasar padaku dan menyakitiku dengan kalimat-kalimat sindiran.

Sekarang...
Aku memilih untuk banyak bersabar dan memaafkan. Karena aku yakin ada hikmah lain yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk memaafkan dan bersabar.

Dulu...
Aku memilih mengejar dunia dan menumpuknya sebisaku. Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah makan dan minum untuk hari ini.

Sekarang...
Aku memilih untuk bersyukur dengan apa yang ada dan memikirkan bagaimana aku bisa mengisi waktuku hari ini, dengan apa yang bisa aku lakukan atau perbuat serta bermanfaat untuk agama dan sesamaku.

Dulu...
Aku berpikir bahwa aku bisa membahagiakan orang tua, saudara, dan teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku. Ternyata yang membuat mereka bahagia bukan itu melainkan ucapan, sikap, tingkah, dan sapaanku kepada mereka.

Sekarang...
Aku memilih untuk membuat mereka bahagia dengan apa yang ada padaku.

Dulu...
Fokus pikiranku adalah membuat rencana-rencana dahsyat untuk duniaku. Ternyata aku menjumpai teman dan saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-Nya.

Sekarang...
Yang menjadi fokus pikiran dan rencanaku adalah bagaimana agar hidupku dapat berkenan di mata-Nya dan sesama jika suatu saat diriku dipanggil oleh-Nya.

(Abu Wafi)

Komentar