Cincin Akik Di Mana-mana

Banyak beredar di internet sunnahnya memakai cincinnya yang batu permatanya ada batu akik. Ibnu Umar, Nabi Muhammad memakai dari emas, lalau orang-orang memakai kemudian nabi membuang, kemudian menggantinya dari perak (riwayat bukhari), hadits lain, rasulullah memakai cincin perak berpindah ke tangan abu bakar, kemudia pindah ke tangan umar, kemudian pindah usman, kemudian jatuh ke sumur haris yang terpahatkan muhammad sallallahu alaihi wasaalam. Sesunggunya bangsa romawi suratmu jika tidak terstempel, kemudian rasulullah membuat cincin yang sekaligus stempel
1. Sunnah jika raja atau sultan yang membutuhkan stempel.
2. Sunnah mutlak, pendapat tekuat menurut ulama.
Bolehnya, memakai baik sultan maupun orang biasa memakai cincin.
Imam Ahmad, berfatwa bolehnya memakai cincin.
Para sahabat juga memakai cincin , maka ini dapat dikatakan sebagai sunnah mutlak.
Tangan atau jari mana
1.  kedua-duanya boleh memakai tangan kanan maupun di tangan kiri seperti yang dikatakan guru dari imam ibnu Katsir. Syaikh Ustaimin, yang benar memakai cincin di tangan kanan maupun di tangan kiri. Cincin nabi di sini (mengisiyaratkan dengan jari kelingking di tangan kirinya).
Imam Muslim, sesungguhnya Rasulullah memakai cincin di tangan kanannya dengan batu dari abasyah.
2. Selain jari kiri, juga  oleh di jari manis. Yang tidak diperbolehkan, HR Muslim, Ali Bin Abi Thalib Rasulullah melarangku memakai kedua jariku ini atau ini dengan mengsyaratkan jari tengah dan jari telunjuk. Namun ulama berbeda pendapat makruh maupun haram. Sebaiknya ditinggalkan atau tidak dipakai.
Berbeda dengan perempuan boleh memakai cincin dijari mana saja.
Hikmahnya jika memakai di telunjuk maupun jari tengan maka akan menganggu aktivitas penggunaan jari.
Memakai perhiasan dari emas dilarang untuk kaum lelaki, baik itu cincin, kalung, gelang maupun polesan emas pada jam tangan. Itupun berlaku juga jika perak bercampur dengan emas.
Selain cincin emas,,yang dilarang untuk laki-laki adalah cincin dari besi dan tembaga. "Nabi Salallahu alaihi wasallam melihat mekai cincin dari emas maka nabipun berpaling darinya, kemudian orang itupun membuang cincin emasnya kemudian lelaki itu memakai cincin besi. Rasulullah kemudian berkata ini lebih buruk, Rasulullahpun mengatakan ini adalah perhiasan penduduk neraka.Kemudia lelaki tersebut menggantinya dengan perak". Muslim dan Ahmad.
:19 orang-orang penduduk neraka akan dipakaikan dengan dari api neraka. Menurut ahli tafsir maksud pakaian dari api neraka tersebut adalah tembaga yang dipanaskan.
Jika bercampur tidak 100% besi atau tembaga, maka penggunaan cincin dari besi ini tidak mengapa.

Semua hadits tentang batu akik dan cincin batu akik atau semisalnya semua palsu dan dhoif. Bahkan ada ulama yang mengatakan bahwa hadits tentang batu akik itu adalah buatan dari rafidah (syiah).
Fenomeda : Ada juga memakai cincin disemua jari atau lebih dari satu,ulama berbeda pendapat. Mazhab Imam Malik, tidak membolehkan memakai cincin lebih dari satu.
Pemimpin Al-Azhar yang pertama "Tidak boleh memakai lebih dari satu cincin meskipun beratnya kurang daru dua cincin".
Kesimpulannya : memakai cincin sunnah, terbuat dari perak atau campuran besi maupun tembaga, sunnah dengan jari manis dan kelingking.

Jangan habiskan uangnya untuk itu, lebih baik digunakan untuk yang bermanfaat apalagi sampai mengorbankan aqidah.

Ustad Slamet, S.T di Masjid Jami Al-Abrar

Komentar