Apa gerangan !!! Bunyi dentuman suara keras seperti bom dan gunung meletus, membuat murid SD Wihdatul Ummah yang terletak di Jln. Abdullah Daeng Sirua Makassar sontak bertanya. Sang Gurupun bingung untuk menjawan dan mengomentari celoteh anak didiknya. Menurut informasi yang didapatkan dari celebes online menyatakan bahwa dentuman keras terdengar dari Antang hingga Sudirman Makassar ini berasal dari Fenomena Sonic Boom pada pesawat jet tempur yang terbang menyamai atau melebihi kecepatan suara.
Fenomena Sonic Boom pada pesawat jet tempur yang terbang menyamai atau melebihi kecepatan suara. Warga Kota Makassar pada Selasa (20/01/2015) pagi dikejutkan oleh dentuman keras. Belum diketahui sumber dentuman tersebut.
Seorang warga di kawasan Antang mengaku kaget karena suara tersebut. Suara dentuman itu bahkan membuat alarm mobil warga berbunyi keras. Begitu pula dengan karyawan yang berkantor di Menara Bosowa. "Apa itu?" kata Mimin yang berkantor di lantai 15 Menara Bosowa, Jalan Jenderal Sudirman.
Dentuman itu sempat membuat dinding kaca di Menara Bosowa bergetar kencang. Sebagian merasakan plafon hendak jatuh.
Dentuman keras serupa juga pernah dirasakan penduduk di Kabupaten Jeneponto. Setelah diselidiki, ternyata karena pengaruh pesawat Sukhoi yang melintas di atas kecepatan suara. Kecepatan suara setara 344 meter per detik atau setara 1.238 kilometer perjam.
Adapun Sukhoi dapat terbang hingga tiga kali kecepatan suara atau secepat 3.714 kilometer perjam. Itu berarti Sukhoi dapat terbang dari Kota Makassar sampai Kabupaten Toraja hanya butuh 8 menit.
Saat Sukhoi terbang dari kecepatan nomal lalu tiba-tiba terbang di atas kecepatan suara (biasanya diukur dengan satuan Mach), maka akan menimbulkan suara dentuman yang akan terus menjalar ke semua arah melalui perantaraan udara. Dentuman karena "robeknya" sound barrier (tembok suara) itu dalam ilmu mekanika fluida disebut dengan istilah Sonic Boom. Adapun frekuensi suara yang ditimbulkan, sakit hebatnya, bisa membuat alarm mobil berbunyi.
Namun, sampai sekarang belum ada informasi resmi mengenai penyebab dentuman itu. Namun jika berdasar pada pola kejadian yang sama seperti di Jeneponto dan Takalar, maka kemungkinan hal serupa juga terjadi di langit Makassar.
Sumber: Celebesonline

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca...!!!