Seperti yang diberitakan di tribun Makassar, Bimbingan belajar Jakarta Intensive Learning Centre (JILC) akan menggelar kegiatan Colour Run, Minggu (25/1) di Lapangan Karebosi Makassar. Ini merupakan rangkaian menyambut ulang tahun JILC ke 23. Dan sangat disayangkan bahwa ratusan orang dipastikan hadir diacara ini.
Dan menjadi keanehan di lembaga belajar ini, bukannya mendidik anak dengan melihat keprihatinan bangsa, namun terkesan diajak untuk hura-hura dan bergaul bebas, malah mendatangkan DJ ternama yakni Dimas Andrean. Ada juga penampilan komunitas Cosplay, komunitas pecinta reptil, dan penampilan dari Stand Up Comedy Makassar.
Panitia acara mengungkapkan alasan dibawah, tanpa berpikir efek yang jauh lebih besar. Pihak JILC seakan lupa terror gang motor yang merebak.
"Ini untuk membina hubungan yang solid dan harmonis antara tentor dan siswa maupun alumni Jilc dan orang tua siswa," jelas ketua panitia Zahrun, Minggu, (4/1/2014).
Sebelumnya beberapa kegiatan fun dilakukan untuk menyambut hari jadi JIlc ke 23. Diantaranya futsal antara siswa, pidato bahasa inggris, temu alumni Jilc dan lainnya.
Generasi muda yang dikenal dengan semangat yang menggebu, sangat disayangkan jika hanya tertularkan dengan kegiatan berbau pergaulan bebas , tidak terkontrol dan sikap acuh dari masyarakatnya yang tidak peka dengan aktivitas jauh dari agama dan adab ketimuran.
Kegiatan yang berlindung di lembaga bimbingan belajar yang seakan mendukung dan menjadi pembela anak-anak dengan segala kreativitasnya menjadi lupa tujuan pendidikan Indonesia sebenarnya. "Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3, tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab."
Semoga masih ada yang mau peduli diacara campur baur tersebut, sesuai sabda Rasulullah.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam telah mengatakan kepada para wanita untuk berjalan dipinggir jalan ketika terjadi percampuran antara laki-laki dan wanita, "Minggirlah kamu, karena sesungguhya kamu tidak berhak berjalan di tengah jalan , kamu wajib berjalandi pinggir jalan." (Riwayat Abu Daud)
Perintah beliau ditujukan kepada para wanita yang berdesakan dengan para lelaki di jalan menunjukkan terlarangnya ikhtilath. Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam juga mengatakan, "Sungguh jika seorang laki-laki berdesakan dengan seekor babi yang berlumuran tanah dan lumpur lebih baik baginya daripada berdesak-desakan dengan pundak wanita yang tidak halal baginya". (Riwayat ath-Thabrani).

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca...!!!