Prolog : Malam Jumat di awal bulan Rabiul Awwal. Pembahasan kita al lulu al marjan diriwayatkan imam Bukhari dan Muslim.
Menjaga diri dan keluarga kita dari subhat dan syahwat. Menjaga diri dan aqidah. Tetap istiqoamah, tidak memandang hal kecil sesuatu yang doanggap ringan. Allah telah mengabarkan " setiap perkataan itu ada malaikat yang mengawasinya". Orang dikafirkan kebanyakan karena perkataanya. Mengatakan Isa Al Masih adalah tuhan salah satu contohnya. Seseorang berkata mengggap remeh, karena boleh jadi perkataan itu qkqn membuat Allah murka. Perkataan seperti itu adalah sesuatu hal yang besar disisi Allah. "Mereka mengatakan Allah telah mengangkat anak..." Akhir surah Maryam., ini adalah kedustaan yang besar, hampir hampir langit terbelah, bumi terbelah, arsy terguncang karena perkataan tersebut.
Mengucapkan selamat ini, bisa membuat mendukung perkataan mereka. Naudzubillah.
Bab 47
Kain Sutrah
Hadits oleh Abu Juhaifah Radiyallahu Anhu. Hadits datang dari Abu Juhaifah ini melihat bilal beradzan, maka aku memulai mengikuti dan memperhatikan mulut bilal kesana dan kesini. Hadits 281
Aku telah melihqt Muhammad di kufa(kemah yang bundar diatasnya) berwarna merah, aku telah melihat Bilal mengambil wadhu (tempat atau air untuk wudhu). Dan aku melihat para manusia(sahabat), beregegas untuk mengambil air wudhu tersebut bekas rasulullah. Siapa yang mengambil wudhu langsung langsung mengusap ke bagian tubuh mereka. Dan yang tidak mendapatkan bekas air wudhu nabi, maka mereka mengambil dari bekas air wudhu temannya. Kemudian aku melihat bilal mengambil anaza (tombak kecil). Setelah doa bawa wudhu dia(Bilal) beradzan. Lalu setelah adzan dia menancap tongkat didepan tongkat nabi muhammad , kemudian keluar dengan kullah( pakaian dua pasang) dan berpakaian warna merah. Dengan mengangkat pakaiannya(sarungnya) sehingga terlihat putihnya betis nabi rasulullah. Beliau memimpin shalat jamaah menghadap sutrah itu dari tombak itu, 2 rakaat. Dan aku melihat manusia dan hewan didepan tombak yang menjadi sutrah nabi sallalahu alaiki wasallam.
Abu Juhaifa adalah sahabat yang terkenal, dan termasuk sahabat masih muda saat rasulullah hidup. Dia juga tidak lama bertemu dengan sahabat, seumuran degan anas nama asli Wahab , karena kebaikannya Wahab Al Khair. Termasuk sahabat yang bnyak belajar, dizaman kekhalifaan Ali dia adalah seorang kepercayaan Ali. Jika Ali berkhutbah, maka dia ada di sampin Ali. Wafat tahun 70 h.
- Beliau melihat mulut Bilal , adzan ke kanan dan ke kiri. Cuman menoleh ke kanan dan ke kiri, bukan badan yang menghadap.
Sebagian ulama, mengatakan karena sudah ada mikrofon maka makna tersebut hilang . Sebagian lain, mengatakan hikmahnya digunakan pada zaman itu. Ulama mengatakan sebaiknya siapkan mikropon tiga atau lima. Sehingga ke kanan dan ke kiri tetap bisa kedengaran di mick, atau memgang mick.
Memasukkan tangan ke dalam lubang telinga juga Bilal mencontohkan. Imam tirmidzi di Jami Tirmidzi menjelaskan kuffaha sebagian besar memasukkan telunjuk di lubang telinganya.
Sunnah itu banyak digunakan melalui perbuatan aplikatif tidak sekedar ceramah. Sholatlah sebagaimana aku shalat. Para pemimpin adzan, Bilal telah mencontohkan. Maka bqiknya penuntut ilmu memperhatikan ilmu, karena boleh jadi yang tidak sempat belajar cuman memperhatikan kita karena mengaap kita tahu tentang sunnah.
- Penjelasan hadits yang panjang, boleh dan dianjurkan menyiapkan wudhunya yang mau shalat. Maka tidak kelebihan orang tua kita menyarankan untuk mengangkat air ke guru mengaji. Bilal selain muadzin bilal juga adalah pelayan rasulullah, selain anas dan lain-lain.
Penghormatan yang tulus dan tidak dipaksaan seperti raja persia. Sahabat berraqarrub, bukan hanya air wudhu bahkan rambut dan ludah.
Sahabat hanya mencontohkan bertaqarrub hanya rasulullah, tidak ke selainnya.
Rasulullah membolehkan mengambil air wudhuhnya, artinya ini tidak mengapa. Kata ulama tidak ada lagi sisa bekas rasulullah maka kita tidak repot2 mencari.
Tongkat ini tidak lupa dibawa saat safar.
Rasulullah melarang menggunakan pakaian hamrah yang merah. Bakaimana mendudukkan hadits larangan dan perbuatan rasulullah, ini menjelaskan ini memakruhkan dan boleh jadi seperti pendapat ibnu qayyim hamrah yang dipakai Rasulullah tidak terlarang. Bukan pakaian yang merah polos menyala.
2 rakaat karena safar
Hewan & orang lewat didepan sutrah. Ini menjelaskan tidak mengapa lewat2 jika ada sutrahnya.
Malam Jumat oleh Ustad Yusran di Masjid Nurul Hikmah Antang.

Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca...!!!