Al-Wala Wal Bara Bagian Aqidah

17 Desember 2014
Banyaknya keutamaan bermajelis, diantara rahmatnya. Memberikan kenbahagiaan, malaikat duduk bersama kita. Malaikat akan menyebut nama-nama kita di langit.  Yang senantiasa menhadiri majelis ilmu diqntara ayat Al Quran maka ini adalah kesempatan untuk memperbanyak amal.
Selamat datang di majelis ilmu.
Al Wala Al Bara'
Al Wala : loyalitas, Al Bara : memisahkan diri.
1.Untuk mengetahui makna Al Wala dan Al Bara
2.Untuk mengetahui kepada siapa kita yang loyalitas dan cinta dan pemutusan hubungan.
3.Memiliki sikap yang benar kepada kaum muslimin dan manusia.
Apa itu Wala? Menurut defini berasal dari bahasa arab al walyu, kedekatan. Menurut istilah termonologi, bermakna kecintaan dan pertolongan.
Seperti disaat islam menjadi minoritas, maka akan ditindas dqn tertekan. Beda saat islam mayoritas, karena islam ada rqhmatan lilalamin. Islam seperti lebah punya pelajaran penting, lebah kemana hinggap tidak pernah merusak, tidak mematahkan dimanapun dia hinggap Setelah hinggap maka lebah akan bermanfaat, tidak mencari musuh. Yang diisap adalah saripati bunga. Lebah mengeluarkan madu dan obat. Memberi manfaat. Lebah jangan diganggu, karenq qkqn menyengat. Seperti itulah islam.
Al Wala: loyalitas apalagi sesama muslim dan lebih pada orang beriman.
Kecintaan pada sesama muslim hanya diperuntukan Allah kepada rasul, kepada orang beriman. Orang beriman ini ada 3 macam:
1. Orang yang sempurna keimanannya. Wajib hukumnya mencintainya.
2. Pelaku maksiat. Dicintai sekedar keimanannya dan dibenci sesuai kadar kemaksiatannya. Mabok, main judi dll kita tetap wala, cinta sesuai kadar keimanannya. Yang dibenci adalah kadar kemaksiatannya. Dekati dan ucapkan salam. Semoga keselamatan atas kamu, dan berusaha untuk membimbing mereka, menasihati mereka.

3. Ahlu Bid'ah
Dicintai sesuai kadar keimanannya dan dibenci sesuai kadar kemaksiatannya dengan kebidahannya.

Al Bara dari bahasa berarti kejauhan atau pemutusan. Menurut istilah berarti permusuhan, pemutusan hati dengan kaum kafir. Kafir ada juga macam-macamnya seperti ada juga yg tidak menganggu namun ada juga yang mengganggu. Tidak memberi sikap yang keras, tidak ganggu dan komunikasi yang baik. Namun tidak ada kecintaan sama mereka.
Bulan desember banyak produk orang kafir, pemerintah telah memudahkan dan membebaskan simbol-simbol mereka. Bagaimana sikap kita?
Fatwa MUI : Haram hukumnya memberi selamat natal dan hari raya keagamaan lain.
Tidak ada gunanya juga menjaga gereja dengan berpuluh batalion jika orang islam memiliki pemahaman yang baik dan sesungguhnya. Agama yang aman, orang non islam memiliki jaminan. Bayar jizyah dan dojamin haknya. Termasuk juga dengan malam pergantian tahun ini juga termasuk sikap bara kita kepada mereka.
Al - Wala wal Bara, menjadi bagian dari aqidah kita. Kita seperti buih dilautan, Islam banyak namun menjadi santapan.
Mari banyak berdoa memohon keselamatan perangkap syaitan. Dunia hanya sementara, namun yang kekal adalah negeri akhirat.

Komentar